Blog Post

Cakep! > News > Sains > Wow! Penguin Ini Tidur Hanya Empat Detik Lebih Dari 10.000 Kali Dalam Sehari! Koq Bisa?
Wow! Penguin Ini Tidur Lebih Dari 10.000 Kali Sehari—Hanya Empat Detik Sekaligus

Wow! Penguin Ini Tidur Hanya Empat Detik Lebih Dari 10.000 Kali Dalam Sehari! Koq Bisa?

CAKEP.ID — Strategi microsleep Penguin yang menakjubkan ini mungkin merupakan adaptasi terhadap kehidupan berkelompok dan predator yang mengintai di lingkungan Antartika yang keras.

Saat berkegiatan dan Anda merasa mengantuk lalu tertidur. Tiba-tiba Anda terbangun dengan penuh perhatian — Anda telah jatuh ke dalam microsleep, hilangnya kesadaran dalam waktu singkat dan segera kembali sadar. Saat Anda mencoba untuk tetap terjaga dan aktif, maka saat-saat inilah yang mencemaskan kita tentang apa yang terjadi pada saat itu. Microsleeps tidak membuat kita merasa istirahat, seperti halnya tidur yang lebih lama tanpa gangguan.

Namun sebuah penelitian yang diterbitkan Kamis di Science menunjukkan bahwa penguin Tali dagu yang bersarang tidur dengan cara ini lebih dari 10.000 kali sehari. Mereka melakukan serangkaian tidur siang terus-menerus yang hanya berlangsung selama empat detik, totalnya mencapai lebih dari 11 jam tidur.

Hebatnya, siklus tidur yang aneh ini tampaknya tidak menimbulkan bahaya nyata pada burung, meskipun terdapat interpretasi umum bahwa tidur yang terfragmentasi adalah tidur dengan kualitas buruk. Faktanya, strategi tidur ekstrim ini, mereka bisa tetap sehat dan bisa bereproduksi.

Seorang peneliti, Paul Antoine Libourel, yang mempelajari biologi tidur di Pusat Penelitian Neuroscience Pusat Penelitian Ilmiah Perancis menjelaskan bahwa dengan mencatat aktivitas otak selama berhari-hari, mereka mendata gerak penguin-penguin itu seperti mengangguk, berkedip tanda mengantuk dan tertidur dengan waktu yang sungguh mengejutkan.

Adaptasi ekstrem ini mungkin dipicu oleh faktor lingkungan di Pulau King George, lepas pantai Antartika, tempat penguin berkumpul dan tetap waspada untuk mengerami telur dan melindungi anak-anak mereka dari predator. Kebutuhan untuk tidur sebentar bisa saja merupakan konsekuensi dari tinggal di lingkungan yang ramai dan banyak gangguan.

Strategi microsleep yang berhasil dilakukan penguin menimbulkan pertanyaan menarik tentang bagaimana variabel tidur yang bermanfaat dapat terjadi pada spesies yang berbeda dan di lingkungan yang berbeda. Hal ini juga menunjukkan bahwa dengan tidur yang lebih lama dan tidak terganggu mungkin bisa jadi tidak akurat seperti beberapa spesies hewan yang mungkin mendapat manfaat dari tidur yang terfragmentasi.

 

Penguin Tali Dagu mengerami telurnya. Wolfgang Kaehler / LightRocket melalui Getty Images
Penguin Tali Dagu mengerami telurnya. Wolfgang Kaehler / LightRocket melalui Getty Images

 

Untuk percobaan tersebut, para ilmuwan menanamkan elektroda ke dalam otak dan otot leher 14 penguin. Selama dua minggu, mereka terus-menerus mencatat data electroencephalogram (EEG) untuk mengukur aktivitas otak burung saat tidur.

Sensor lain mencatat posisi burung (berdiri, berbaring, menyelam) termasuk melacak lokasi mereka melalui GPS; dan menangkap data lingkungan seperti suhu lingkungan. Para peneliti juga melakukan pemantauan video berkelanjutan terhadap burung-burung yang bersarang sehingga pengamatan perilaku mereka dapat dicocokkan dengan data simultan aktivitas otak mereka.

Rekaman EEG aktivitas otak ini menunjukkan saat burung melakukan tidur dengan gelombang lambat. Di sini, para peneliti menemukan bahwa burung-burung tersebut tertidur ribuan kali per hari, melakukan microsleep yang rata-rata hanya berlangsung selama empat detik, namun total tidurnya mencapai lebih dari 11 jam per hari.

Seperti biasa di antara penguin yang bersarang, pasangan penguin bergiliran menjaga dan mengerami sarang di darat, dan pergi ke laut untuk mencari makan—dengan setiap shift rata-rata berdurasi sekitar 22 jam. Di laut, burung-burung tersebut mengalami tidur gelombang lambat saat beristirahat di permukaan air. Namun, mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk terjaga dan aktif dalam serangan ini.

Mereka mungkin terjaga dua pertiga dari waktunya, tetapi segera setelah kembali ke darat, burung-burung tersebut menghabiskan beberapa jam pertama untuk tidur di sepanjang garis pantai. Saat burung kembali berbaring atau berdiri di sarang, mereka beristirahat dengan beralih ke strategi tidur mikro yang baru.

Mengapa burung mengadopsi siklus tidur yang menakjubkan ini? Kewaspadaan yang terus-menerus dapat membantu menjaga sarang tetap aman dari predator seperti burung skua coklat, yang memakan telur dan anak penguin. Tidur beberapa detik saja akan membuat burung tetap waspada terhadap kemungkinan bahaya.

 

Sumber: Science
Editor: Kiya Sofia